Nerlang melupakan suatu daerah pedalaman atau desa yang tertinggal terletak pada kabupaten kepulauan Meranti tepatnya di Sungai Tohor Barat, Kecamatan Tebing Tinggi Timur.
Kondisi daerah Nerlang ini sangatlah memprihatinkan, mereka jauh dari keramaian sehingga keadaan mereka kurang diketahui, selain itu juga desa nerlang ini dikelilingi oleh hutan dan juga perkebunan.
Jarak yang harus ditempuh untuk menuju desa nerlang yaitu pertama dengan menaiki kapal tumpang dari pelabuhan Dorak Selatpanjang menuju pelabuhan nerlang itu membutuhkan waktu sekitar satu jam lalu dilanjutkan lagi dengan berjalan kaki dengan jarak sekitar empat kilo meter untuk mencapai pemukiman penduduk desa nerlang.
Hal ini memang dikarenakan kondisinya jalan tidak memungkinkan untuk dilewati menggunakan kendaraan baik itu mobil ataupun sepeda motor karena jalannya itu jalan tanah yang tidak rata ada yang tinggi dan ada yang rendah atau dengan kata lain akses jalan kurang memadai, diantara jalan tersebut ada parit yang cukup besar. Parit ini bisa dilalui menggunakan sampan ketika air laut pasang tiba dan masyarakat disana sering melakukannya.
Masyarakat nerlang merupakan masyarakat yang sangat ramah, mereka sangat terbuka dengan orang-orang yang baru datang ke daerah mereka dan menyambutnya dengan baik.
Jarak dari rumah kerumah pun terbilang cukup jauh, sehingga sulit untuk mereka berkumpul. Dan mereka pun melakukan aktivitas pekerjaan seperti pada umumnya, jadi tidak heran jika sulit untuk menemukan mereka jika kita pergi kerumah mereka. Untuk arsitektur rumah disana mereka hanya menggunakan papan dan juga beratapkan daun pohon sagu atau dikenal dengan sebutan daun Rumbia.
Nasib mereka disana sangatlah memperihatinkan, bagaimana tidak mereka tak pernah sekali pun memakan daging ayam atau pun daging sapi yang sering kita makan atau kita jumpai dirumah kita atau pun dirumah makan. Mereka hanya memakan nasi dan pucuk daun pakis merah yang ada di semak semak tempat mereka tinggal dan itu yang mereka masak tumis.