Selatpanjang : Setelah melalui Musyawarah Daerah, Drs Darussamin dipercaya menjadi Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kepulauan Meranti, periode 2022-2027. Ia kembali dipercaya untuk memimpin Muhammadiyah setelah periode sebelumnya dipercaya melanjutkan sebagai ketua melalui proses Penggantian Antar Waktu (PAW).
Musyawarah Daerah Muhammadiyah Meranti dilaksanakan, Sabtu (3/6/2023) dan Minggu (4/6/2023) di Sekolah Muhammadiyah Kampung Baru, Selatpanjang. Setelah melalui proses penjaringan formatur, seluruhnya mufakat untuk mempercayakan Ketua PD Muhammadiyah Meranti kepada mantan Ketua PGRI dan mantan Kepsek SMAN 2 Tebingtinggi itu.
Kepada wartawan, Senin (5/6/2023), Darussamin mengatakan bahwa proses pemilihan dimulai dari penyebaran blanko kepada anggota Muhammadiyah Meranti tiga hari sebelum Musda. Setelah blanko dikembalikan pada Musda dilakukan penjaringan untuk memilih formatur.
"Dari total suara 48, hanya 45 yang sah. Tiga suara hangus. Setelah didapati tim formatur dari hasil voting, maka kami bersepakat dalam musyarawah untuk memilih saya menjadi Ketua Muhammadiyah Meranti periode 2022-2027," ungkapnya.
Selain dirinya, juga disepakati sekeretaris PD Muhammadiyah Meranti dipercayakan kepada H Abror, SAg. Selain pemilihan Ketua PD Muhammadiyah, dalam Musda juga dilakukan pemilihan Ketua dan Sekretaris PD Aisyiyah Meranti. Dimana Dra Suryati terpilih sebagai Ketua dan Sekretaris, Sandra Marawira SE MPd.
Darussamin menerangkan juga bahwa saat Covid-19 lalu, kepengurusan PD Muhammadiyah Meranti diperpanjang selama tiga tahun tanpa dilakukan. Setelah berakhir, akhirnya Musda kembali dilaksanakan untuk pemilihan ketua, sekretaris dan pengurus baru.
"Dalam Musda kemarin dihadiri oleh Koordinator Daerah PW Muhammadiyah Riau wilayah Siak, Bengkalis dan Meranti, yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Riau, Dr Saidul Amin. Juga hadir Ketua Aisyiyah Riau Dr Hikmani MPd didampingi Korda Aisyiyah Riau, Rahmah," katanya.
Setelah terpilih, Darussamin menegaskan bahwa bagaimana pengurus PD Muhammadiyah Meranti nantinya bisa bekerja keras untuk fokus terhadap dakwah, kegiatan sosial dan pendidikan dalam rangka berperan dalam membantu memajukan Kepulauan Meranti. Ia juga menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak berpolitik.
"Muhammadiyah akan fokus terhadap kegiatan dakwah, sosial dan pendidikan. Saya tegaskan juga Muhammadiyah bukan sarana untuk berpolitik. Oleh karena itu sangat jelas dalam aturan dasar Muhammadiyah, bagi pengurus yang berpolitik atau berkiprah dalam kelembagaan daerah atau negara, wajib mundur," tegas Darussamin