Organisasi Kemahasiswaan Meranti Perlu Ada Pembaruan Relevansi


Selatpanjang : Organisasi Kemahasiswaan Atau sering disebut 
Ormawa kini menghadapi problem minim peminat. Tepatnya di tengah gebyar marak saat ini program di luar kampus yang terasa berbonus lebih besar. Organisasi kemahasiswaan perlu ada pembaruan relevansi.

Aktivis Mahasiswa Kepulauan Meranti, Muhammad Irfan Khusairi berbagi pengalaman lika-liku minat organisasi selama kepemimpinanya di beberapa Organisasi. Saat ini minat keikutsertaan mahasiswa ikut ambil bagian dalam berorganisasi memang masih tinggi.

Namun, dalam skala lebih kecil dalam program kerja organisasinya, peminatnya memang mengalami penurunan. Sehingga kesulitan dalam mencari anggota kepanitiaan untuk terlibat dalam program kerja. 

“Tapi, penting untuk memahami bahwa jangan sampai terjerembab untuk menyalahkan keadaan tanpa introspeksi sejauh apa harus merestrukturisasi program,” ujarnya.

Penataan Relevansi Organisasi

Organisasi menjadi sarana pembelajaran hal fundamental sebagai seorang mahasiswa untuk mengarungi dunia pasca-kuliah. Menariknya sekarang ini, minat mahasiswa lebih condong untuk mengikuti kegiatan dengan benefit seperti program magang, Dan lainnya.

Ormawa tidak mampu menawarkan hal-hal yang mahasiswa lebih butuhkan. Sementara karakter mahasiswa sekarang senang dengan hal praktis dan efektif. 

“Hal itu sah-sah saja mengingat karakter tiap generasi pasti berbeda-beda. Misalnya, gen Z yang cenderung lebih ingin semua hal selesai dengan cepat dan instan. Serta terlaksana secara lebih individualis,” tuturnya. 

Karena itu, Irfan mengungkapkan bahwa perlu ada penataan ulang relevansi organisasi mahasiswa agar menarik minat mereka. Ormawa yang sehat akan mengajarkan loyalitas, ketahanan kerja, kreativitas, mentalitas, kepemimpinan, dan strategi pemecahan masalah. 

“Hal-hal tersebut menurut saya sulit didapatkan di ruang-ruang yang mendapat feedback materi,” ungkapnya.

Peran Penting Yang Tak Boleh Lupa

Mahasiswa memiliki peranan intelektual publik sebagai sarana penjembatan kepentingan masyarakat luas dengan pemerintah. Lewat hal tersebut, masyarakat masih sangat memerlukan peran aktivisme mahasiswa sebagai penyeimbang kaum intelektual dan pemerintah dalam menjaga marwah berbangsa dan bernegara. Dengan dinamika yang ada, mahasiswa tetap harus mengkritisi setiap kebijakan yang tidak sesuai untuk kesejahteraan publik.

“Saya pribadi masih optimistis kawan-kawan mahasiswa masih mampu untuk selalu kritis terhadap pemerintah dan kebijakannya,” tutur Irfan.

Silabus dan Sistem Kerja Termutakhir

Ormawa, terutama di Kabupaten Kepulauan Meranti, harus mampu merumuskan silabus dan sistem kerja organisasi termutakhir. Agar mampu memberikan relevansi dengan perkembangan minat mahasiswa saat ini.

Tidak perlu untuk seolah menang dan kalah dengan Event atau program magang lainnya. Tetaplah fokus pada penguatan ekosistem organisasi yang berkelanjutan dan tetap adaptif dengan perkembangan yang ada. 

“Teruntuk kawan-kawan mahasiswa, semoga tetap mengasah dirinya di ruang-ruang organisasi. Karena, ada beberapa hal fundamental yang sangat berguna bagi kawan-kawan jika mengikuti organisasi. Tetap kritis dan mengasah kreativitas,” tegas Irfan. (realis)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال