Jarang Diketahui, ini lah 13 Waktu Mustajab dalam Berdoa


Berdoa adalah bentuk penghambaan tertinggi seorang manusia kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dalam Islam, Allah sangat mencintai hamba-Nya yang senantiasa meminta kepada-Nya. Sebaliknya, Allah murka kepada orang yang enggan berdoa karena dianggap sombong. Sebagaimana firman Allah dalam hadis qudsi:

“Berdoalah kepada-Ku, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahanam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60).

Allah tidak hanya memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa, tetapi juga memberikan waktu-waktu istimewa yang ada keutamaan di dalamnya. Berikut adalah 13 waktu mustajab dalam berdoa yang sering terlupakan:

1. Sepertiga Malam Terakhir

Waktu ini adalah salah satu yang paling utama untuk berdoa. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir setiap malam. Kemudian Dia berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri, dan siapa yang memohon ampunan kepada-Ku akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari no. 1145, Muslim no. 758).

Sepertiga malam terakhir adalah momen penuh berkah, terutama bagi mereka yang bangun untuk salat tahajud atau berzikir. Jangan sia-siakan waktu ini untuk memohon segala kebaikan dunia dan akhirat.

2. Ketika Berbuka Puasa

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Ada tiga doa yang tidak tertolak: doa orang yang berpuasa ketika berbuka, doa pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi” (HR. Tirmidzi no. 2528).

Waktu berbuka puasa adalah saat di mana kebahagiaan bertemu dengan keberkahan. Di waktu ini, jangan lupa memohon ampunan dan keberkahan dari Allah Ta’ala.

3. Malam Lailatul Qadar

Malam yang lebih baik dari seribu bulan ini merupakan waktu yang sangat istimewa untuk berdoa. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“Malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan” (QS. Al-Qadr: 3).

Ummul Mu’minin Aisyah Radhiallahu’anha pernah bertanya kepada Rasulullah: “Wahai Rasulullah, jika aku tahu ini malam Lailatul Qadar, apa yang harus aku ucapkan?” Beliau menjawab: ‘Berdoalah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni’ (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai sifat pemaaf, maka maafkanlah aku).” (HR. Tirmidzi, 3513).

Malam Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil. Oleh karena itu, kita perlu berusaha maksimal untuk meningkatkan ibadah, termasuk berdoa, pada malam-malam ini. Waktu ini adalah kesempatan yang sangat langka, dan doa yang kita panjatkan bisa menjadi doa yang diterima oleh Allah.

4. Ketika Sedang Sujud dalam Salat

Sujud adalah momen ketika seorang hamba paling dekat dengan Rabb-nya. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah doa ketika itu” (HR. Muslim, no. 482).

Saat kita sujud, kita berada dalam posisi rendah dan tunduk sepenuhnya kepada Allah, menandakan ketundukan dan kepasrahan. Inilah waktu yang sangat tepat untuk memanjatkan doa-doa penting dalam hidup, baik itu doa untuk kebaikan diri sendiri, keluarga, atau umat Islam secara umum. Saat sujud, disunnahkan untuk berdoa dalam bahasa yang kita pahami, karena Allah sangat mendengar dan mengabulkan doa dari hamba-Nya.

5. Di Antara Azan dan Iqamah

Waktu di antara azan dan iqamah adalah salah satu momen terbaik untuk berdoa. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Doa di antara azan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Tirmidzi, no. 212).

Waktu ini adalah waktu yang sangat dekat dengan dimulainya salat berjamaah, di mana Allah Ta’ala sangat mendengar doa-doa hamba-Nya. Oleh karena itu, kita disarankan untuk memperbanyak doa, memohon kepada Allah untuk mendapatkan kemudahan dalam segala urusan hidup dan mendapat ridha-Nya.

6. Ketika Azan Berkumandang

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Doa tidak tertolak pada dua waktu: ketika azan berkumandang dan saat perang berkecamuk” (HR. Abu Daud, no. 2540).

Pada saat azan berkumandang, kita disunnahkan untuk menjawab azan dengan lafaz yang sama, serta memperbanyak doa dan permohonan kepada Allah. Ini adalah momen yang sangat berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah.

7. Sebelum Salam dalam Salat Wajib

Waktu sebelum salam adalah salah satu waktu mustajab dalam salat. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Kapan doa kita paling didengar oleh Allah? Beliau menjawab: ‘Di tengah malam dan di akhir salat wajib sebelum salam’” (HR. Tirmidzi, no. 3499).

Ini adalah waktu yang penuh dengan keberkahan, di mana doa kita dapat dikabulkan jika kita memohonnya dengan penuh keyakinan dan ketulusan. Manfaatkan momen ini untuk memohon ampunan Allah atas dosa-dosa kita dan berdoa agar diberi kebahagiaan, kesuksesan, serta keselamatan di dunia dan akhirat.

8. Ketika Turun Hujan

Hujan adalah rahmat dari Allah, dan doa di waktu ini tidak tertolak. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Carilah waktu mustajab untuk berdoa pada tiga keadaan: bertemunya dua pasukan, ketika salat, dan saat hujan turun” (HR. Abu Daud, no. 2540).

Hujan merupakan berkah yang sering kali menjadi kesempatan bagi seorang hamba untuk berdoa. Oleh karena itu, saat hujan turun, marilah kita memperbanyak doa, meminta kepada Allah untuk segala kebaikan dunia dan akhirat.

9. Hari Jumat, Setelah Asar

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Di hari Jumat ada satu waktu di mana tidaklah seorang hamba berdoa kepada Allah di waktu itu kecuali Allah kabulkan doanya.” Para ulama menyebut waktu ini berada di penghujung hari Jumat, setelah Asar hingga Magrib.

Waktu mustajab ini terletak pada bagian akhir dari hari Jumat, yakni ketika waktu menjelang maghrib. Maka, marilah kita memperbanyak doa pada hari Jumat, terutama di waktu yang sangat istimewa tersebut.

10. Ketika Mendapat Musibah

Dalam kesedihan dan musibah, doa seorang hamba sangat dekat dengan Allah. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Doa orang yang sedang terzalimi tidak tertolak. Allah mengangkat doa itu hingga ke langit dan berkata: ‘Demi kemuliaan-Ku, Aku pasti menolongmu’” (HR. Tirmidzi, no. 2498).

Di saat kita menghadapi ujian atau kesulitan hidup, berdoa adalah sarana yang sangat tepat untuk meminta bantuan dari Allah. Sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam, kita diperintahkan untuk memohon kepada Allah setiap kali kita berada dalam kesulitan atau kebingungan.

11. Saat Perang Berlangsung

Ketika dua pasukan bertemu dalam pertempuran, doa menjadi sangat mustajab. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Doa tidak tertolak pada dua waktu: ketika azan berkumandang dan saat perang berkecamuk” (HR. Abu Daud, no. 2540).

Perang adalah masa yang penuh dengan ujian dan cobaan, dan di waktu seperti ini doa sangat mustajab. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam menyebutkan bahwa doa yang dipanjatkan saat perang berkecamuk adalah doa yang tidak tertolak. Ini menunjukkan bahwa dalam situasi darurat, kita selalu disarankan untuk berdoa memohon pertolongan kepada Allah.

12. Ketika Sahur

Selain waktu sahur menjadi waktu yang penuh berkah untuk memohon ampunan, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga mengajarkan untuk memperbanyak doa di waktu ini. Allah berfirman:

“Ketika waktu sahur (akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan” (QS. Adz-Dzariyat: 18).

Di setiap awal bulan Ramadan, doa yang dipanjatkan sangat mustajab. Sebagai umat Muslim, kita disarankan untuk berdoa agar mendapatkan keberkahan dalam bulan Ramadan dan agar puasa kita diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

13. Hari Arafah

Hari Arafah, yakni tanggal 9 Dzulhijjah, adalah waktu yang sangat mustajab untuk berdoa, khususnya bagi yang sedang berhaji. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah” (HR. Tirmidzi, no. 3585).

Hari ini adalah puncak ibadah haji dan waktu terbaik bagi umat Islam untuk memanjatkan doa, memohon ampunan, dan keberkahan.

Kesimpulan

Berdoa adalah wujud pengakuan bahwa manusia adalah makhluk yang lemah dan senantiasa membutuhkan Allah. Dengan memanfaatkan waktu-waktu mustajab, kita tidak hanya meningkatkan ikhtiar doa terkabul, tetapi juga mendekatkan diri kepada-Nya. Jangan pernah ragu untuk berdoa, karena Allah Maha Pemurah dan Maha Penyayang.

Semoga Allah mengabulkan setiap doa dan harapan kita. Aamiin.


Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال